
- 24 Februari 2025
- Oleh: Trailer Patec
- masuk: Uncategorized
Semi-trailer self-dumping banyak digunakan dalam konstruksi, pertambangan, logistik, dan industri lainnya karena kemampuan bongkar muatnya yang efisien. Dalam proses pengangkutan yang sebenarnya, untuk memastikan keamanan dan meningkatkan efisiensi, perlu mengikuti serangkaian spesifikasi operasional. Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan tindakan pencegahan untuk pengangkutan semi-trailer pemakaian sendiri secara mendetail, yang akan membantu perusahaan mengoptimalkan proses pengangkutan dan mengurangi terjadinya kecelakaan.
Semi-trailer Pembuangan Sendiri
1. Memilih semi-trailer tipper yang tepat
Saat memilih semi-trailer yang dapat diisi ulang sendirimodel harus diputuskan sesuai dengan jenis barang, jarak transportasi dan kondisi jalan. Sebagai contoh:
Kereta tipe U: cocok untuk material yang longgar, bongkar muat lebih teliti.
Gerbong tipe kotak: cocok untuk pengangkutan balok atau barang yang lebih berat, mencegah barang berantakan.
Semi-trailer ringan: mengadopsi baja berkekuatan tinggi, mengurangi bobot sendiri dan meningkatkan daya angkut.
Kompartemen putar belakang dan putar samping: putar belakang cocok untuk transportasi jalan raya umum, dan putar samping cocok untuk area pertambangan atau persyaratan bongkar muat khusus.
2. Persyaratan pemuatan kargo
Metode pemuatan yang benar dapat menghindari tergulingnya dan rusaknya gerobak:
Kargo harus didistribusikan secara merata dan pusat gravitasi harus dijaga di tengah-tengah kompartemen.
Larang muatan berlebih dan pastikan kendaraan beroperasi sesuai dengan beban yang ditetapkan.
Periksa fiksasi kargo untuk mencegah pergeseran selama pengangkutan.
Hindari mencampur berbagai jenis kargo untuk meminimalkan kerusakan pada gerbong.
3. Tindakan pencegahan untuk keselamatan berkendara
Selama perjalanan, pengemudi semi-trailer self-dumping harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
Hindari mengebut: ketika mengemudi dengan kecepatan tinggi, stabilitas kendaraan berkurang dan mudah terguling.
Perhatikan kondisi jalan: mengemudi di lereng atau jalan berlumpur, sebaiknya kurangi kecepatan, untuk mencegah kendaraan tergelincir atau terguling.
Pertahankan jarak aman: Pastikan jarak pengereman yang cukup untuk menghindari pengereman darurat yang menyebabkan pergerakan kargo ke depan.
Periksa sistem rem pada semi-trailer self-dumping: terutama pada bagian yang menurun, perlambat laju kendaraan terlebih dahulu dan gunakan rem engine untuk mengurangi risiko kegagalan rem akibat bantalan rem yang terlalu panas.
4. Standarisasi operasi bongkar muat
Operasi pembongkaran yang benar dapat membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerusakan:
Pastikan kendaraan diparkir di atas tanah yang kokoh dan rata agar tidak terbalik.
Sebelum membongkar muatan, pengemudi Semi-trailer self-dumping harus keluar dari kabin pengemudi dan mengamati lingkungan sekitar untuk memastikan keamanannya.
Hidraulik lift harus dioperasikan secara perlahan untuk mencegah bahaya akibat pelepasan secara tiba-tiba.
Setelah menurunkan muatan, gerbong harus benar-benar diturunkan dan dikunci untuk mencegah kecelakaan selama perjalanan.
Saat menghadapi barang yang lengket, seperti tanah basah atau terak, sudut kemiringan gerbong harus disesuaikan dengan tepat untuk memastikan kelancaran pembongkaran.
5. Perawatan Semi-trailer yang dapat dibuang sendiri
Perawatan rutin dapat memperpanjang usia kendaraan dan mengurangi tingkat kegagalan:
Periksa sistem hidraulik: pastikan tidak ada kebocoran pada silinder dan oli hidraulik yang cukup.
Pemeriksaan ban: Pertahankan tekanan ban yang tepat untuk mencegah ban meledak.
Perawatan sistem rem: Periksa bantalan rem dan minyak rem secara teratur untuk memastikan efek pengereman yang baik.
Pemeriksaan pengikat kabin: hindari melonggarnya baut karena getaran selama pengangkutan.
Periksa sistem kelistrikan: pastikan lampu dan sinyal berfungsi dengan baik untuk mencegah bahaya keselamatan saat berkendara di malam hari.
6. Mematuhi peraturan transportasi setempat
Setiap negara memiliki undang-undang dan peraturan yang berbeda tentang pengangkutan semi-trailer self-dumping, yang harus diketahui dan dipatuhi sebelumnya:
Ketahui batas muatan lokal dan peraturan jalan.
Pastikan bahwa semi-trailer tipper memiliki izin transportasi yang diperlukan.
Pasanglah tanda keselamatan yang diperlukan, seperti strip reflektif, pagar pengaman, dll., sesuai dengan peraturan.
Di beberapa area, persyaratan lingkungan tambahan mungkin diperlukan, seperti standar emisi knalpot, yang harus diketahui dan dipersiapkan sebelumnya.
7. Pelatihan pengemudi semi-trailer sampah dan tanggap darurat
Keterampilan mengemudi yang baik dan kemampuan tanggap darurat sangat penting untuk transportasi semi-trailer:
Melatih pengemudi secara teratur untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi kondisi jalan yang kompleks.
Mendidik pengemudi untuk mengoperasikan sistem hidraulik dengan benar untuk menghindari kerusakan akibat kesalahan pengoperasian.
Kembangkan rencana darurat, seperti langkah-langkah untuk menghadapi situasi seperti kehilangan kendali kendaraan dan kerusakan rem.
Lengkapi peralatan keselamatan yang diperlukan, seperti alat pemadam kebakaran, rambu-rambu peringatan, dan lain-lain, dalam keadaan darurat.
Kesimpulan
Semi-trailer self-dumping memainkan peran penting dalam transportasi logistik modern, dan pengoperasian serta perawatan yang tepat tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi transportasi, tetapi juga secara efektif mengurangi tingkat kecelakaan. Melalui pemilihan kendaraan yang wajar, mengikuti spesifikasi bongkar muat, pengoperasian yang aman, dan perawatan rutin, perusahaan dapat lebih mengoptimalkan proses transportasi semi-trailer tipper untuk memastikan operasi yang aman dan stabil dalam jangka panjang.
Untuk saran profesional lebih lanjut tentang semi-trailer self-dumping, silakan kunjungi Patec Trailer.
Kirim Komentar